--> Skip to main content


Ciri Virus Corona Menurut Penemuan yang Terbaru


Coronavirus merupakan keluarga besar dari virus penyebab penyakit flu biasa menjadi penyakit yang semakin parah dan mirip dengan penyakit MERS dan SARS, pertama kali ditemukan pada tahun 1960 pada hidung pasien yang mengalami flu biasa. Virus ini dengan nama mahkota yang memiliki struktur mirip dengan mahkota.




Penyebaran virus ini dengan bersin dan batuk atau bersentuhan dengan orang yang sudah terinfeksi. Penularan ini ketika seseorang menyentuh bersin, hidung dan mulut sebelum mencuci tangan menggunakan air dan sabun. Ciri virus corona muncul dengan hidung berair, batuk, sakit kepala, sakit tenggorokan, demam dan tidak merasakan enak badan pada badan.

Gejala umum tersebut terjadi sebagai tanda tubuh telah terinfeksi virus corona dan menandakan adanya gangguan pada sistem pencernaan. Gejala ini beberapa muncul pada kelima maupun ketujuh oleh karena itu supaya tidak terpapar maka sebaiknya mencuci tangan secara rutin dan menerapkan pola hidup bersih dan sehat. Demam merupakan reaksi normal dimana tubuh memberikan respon terhadap patogen yang masuk dalam tubuh, dengan demam tinggi seseorang dicurigai mengalami infeksi virus corona dan untuk mengukur suhu tubuh menggunakan termal pendeteksi. Untuk langkah pencegahannya dapat mengisolasi diri.

Berdasarkan penelitian baru, ciri virus corona adalah diarea yang muncul pada gejala awal jika sudah terpapar virus corona. Walaupun tidak mengalami demam, batuk, sesak napas namun menunjukkan gejala diare maka kemungkinan sudah terinfeksi. Berdasarkan penelitian terbaru dirilis pada pertengahan bulan maret menunjukkan 50% pasien mengalami gejala pencernaan dan dilaporkan muntah, diare dan sakit perut sehingga akan membuat riwayat penyakit berat. Gangguan pencernaan ini dialami selama 14 hari dan biasanya berlangsung 5 hari, penelitian tidak memiliki gejala demam. Gejala gangguan pernapasan akan dialami selama 14 hari. Pasien yang telah sembuh akan mengalami diare selama 41 hari dan akibatnya dideteksi dari tinja dan 73% lebih tinggi mengalami gangguan pernapasan.

Kepala unit WHO menjelaskan bahwa penyakit ini ditunjukkan oleh beberapa orang tanpa gejala, dinyatakan positif tanpa gejala. Kasus prasimtomatik merupakan pasien yang tidak memiliki gejala namun dinyatakan positif dan akan menunjukkan gejala beberapa hari selanjutnya. Asimtomatik tidak menunjukkan gejala sakit, WHO menjelaskan bahwa dalam penularannya tidak melalui bersin dan batuk namun ketika sedang membersihkan tenggorokan, meludah hingga berbicara akan menjadi media untuk penularan. Tetesan pernapasan ini ditandai dengan kabut napas yang merupakan tetesan pernapasan, ditransmisikan melalui aerosol yang melayang di udara.

Jika merasa baik sebaiknya tetap berada dalam rumah dan menjaga jarak fisik. Semua orang wajib untuk menggunakan masker baik yang sakit maupun sehat dan gagasan ini untuk mencegah penularan dari orang yang tidak menunjukkan gejala terinfeksi. Dengan adanya asimtomatik menunjukkan seseorang harus berada dalam jarak aman 2 meter.


Ditengah ciri virus corona terbaru membuat pemerintah mengambil tindakan social distancing. Social distancing merupakan tindak pencegahan kontak dekat diantara orang yang sehat dan sakit. Untuk menerapkan social distancing adalah dengan menghindari pertemuan banyak orang, jangan bersalaman dan berpelukan, hindari orang dengan gejala dan jaga jarak.

Work from home sekarang ini diterapkan untuk mendukung social distancing yang diterapkan untuk pekerja di wilayah pandemi sesuai dengan anjuran CDC. Tidak hanya untuk pekerja, work from home juga berlaku untuk siswa dan mahasiswa dengan belajar dari rumah dan melakukan kuliah online sehingga akan menurunkan tingkat penyebaran.

Baca Juga